Sejak Sabtu (13/4) lalu, Kanselir Jerman Olaf Scholz sudah bertolak ke Cina dalam misi diplomatik selama tiga hari. Lawatan itu akan mencapai puncaknya di hari terakhir, dalam pertemuan dengan Presiden Xi Jinping dan Perdana Menteri Li Keqiang di Beijing, Selasa (16/4).
Scholz membawa delegasi ekonomi tingkat tinggi dan dikabarkan mengagendakan defisit perdagangan antara Uni Eropa dan Cina. Dia juga diyakini akan menyinggung invasi Rusia di Ukraina serta kebijakan agresif Beijing terhadap Taiwan, negara jiran yang diklaim milik Cina.
Kunjungan ini adalah yang kedua bagi Scholz, setelah sebelumnya melawat ke Cina pada November 2022.
…