By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Econo Asia™
  • Indonesia
    • العربية (Arabic)
    • বাংলাদেশ (Bengali)
    • 简体中文 (Chinese (Simplified))
    • English
    • हिन्दी (Hindi)
    • 日本語 (Japanese)
    • Tiếng Việt (Vietnamese)
Kirim Berita
  • Beranda
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Pasar
    • Bursa Efek Bombay (BSE)
    • Hong Kong Stock Exchange (SEHK)
    • Bursa Korea (KRX)
    • Bursa Efek Nasional (NSE)
    • Bursa Efek Shanghai (SSE)
    • Bursa Efek Shenzhen (SZSE)
    • Bursa Singapura (SGX)
    • Bursa Efek Taiwan (TWSE)
    • Bursa Efek Teheran (TSE)
    • Bursa Efek Tokyo (TSE)
  • Asia
    AsiaMenampilkan lebih banyak
    Ekonomi Asia: Katalisator Momentum Ekonomi Asia
    29 April 2024
  • Timur Tengah
    Timur TengahMenampilkan lebih banyak
    Peran Penting Siaran Pers dalam Lanskap Pemasaran Timur Tengah
    28 April 2024
  • Siaran Pers
    Siaran PersMenampilkan lebih banyak
    Pentingnya Siaran Pers dalam Pemasaran ke Pasar Asia
    29 April 2024
Reading: Wacana Sawah Padi Cina 1 Juta Hektare di Kalimantan, Guru Besar IPB: Tidak Masuk Akal
MEMBAGIKAN
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Font ResizerAa
Econo Asia™Econo Asia™
Search
  • Indonesia
    • العربية (Arabic)
    • বাংলাদেশ (Bengali)
    • 简体中文 (Chinese (Simplified))
    • English
    • हिन्दी (Hindi)
    • 日本語 (Japanese)
    • Tiếng Việt (Vietnamese)
  • Beranda
  • Berita
  • Ekonomi
  • FinTech
  • Pasar
    • Bursa Efek Bombay (BSE)
    • Hong Kong Stock Exchange (SEHK)
    • Bursa Korea (KRX)
    • Bursa Efek Nasional (NSE)
    • Bursa Efek Shanghai (SSE)
    • Bursa Efek Shenzhen (SZSE)
    • Bursa Singapura (SGX)
    • Bursa Efek Taiwan (TWSE)
    • Bursa Efek Teheran (TSE)
    • Bursa Efek Tokyo (TSE)
  • Asia
  • Timur Tengah
  • Siaran Pers
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kirim Berita
Econo Asia™ is part of GroupWeb Media Network. © GroupWeb Media LLC
Econo Asia™ > Blog > Berita > Pasar > Bursa Efek Shanghai (SSE) > Wacana Sawah Padi Cina 1 Juta Hektare di Kalimantan, Guru Besar IPB: Tidak Masuk Akal
Bursa Efek Shanghai (SSE)

Wacana Sawah Padi Cina 1 Juta Hektare di Kalimantan, Guru Besar IPB: Tidak Masuk Akal

NEWSROOM
Terakhir diperbarui: 23 April 2024 6:08 pm
By NEWSROOM
1 Min Baca
MEMBAGIKAN
MEMBAGIKAN


TEMPO.CO, Jakarta – Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengkritik wacana penggunaan lahan sebanyak 1 juta hektare di Kalimantan Tengah untuk penerapan adaptasi sawah padi dari Cina.

Menurut Andreas lahan itu terlalu luas untuk rencana awal, dia memberi masukan agar menggunakan lahan sedikit dulu jika berhasil baru ditambah.

“Tidak masuk akal dan pasti gagal. Gitu aja lah kalau bicara 1 juta hektar pasti gagal. Terlalu  luas terus nanti yang garap siapa,” kata Andreas dihubungi Tempo pada Selasa, 23 April 2024 melalui saluran telepon.

Sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi,…



Tautan sumber

Apa Agenda Lawatan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Cina? – DW – 15.04.2024
Janet Yellen meets China’s foreign business leaders ahead of trade talks | World News
Warga India dan China Ogah Beli Emas Meski Harga Turun, Ada Apa?
Tingkat Perekonomian Indonesia Turun, Ada Dampak dari Perlambatan di Cina
Produk China membanjiri Indonesia, puluhan pabrik tekstil tutup dan badai PHK – ‘Kondisi industri tekstil sudah darurat’
DITANDAICinaIPBKalimantan TengahLuhut Binsar PandjaitanPadiSawahSoeharto
Bagikan Artikel Ini
Facebook Email Print
Artikel Sebelumnya Cina Garap Kereta Cepat Jakarta-Surabaya, Pengamat: Hati-hati, Jangan Pakai APBN Lagi
Artikel Berikutnya Pelaku Usaha di Batam Tanggapi Positif Direct Call Batam-China

Bagikan Kami

- Advertisement -
Ad image

Berita Terbaru

US blames Iran for cyberattack on Trump’s campaign
Bursa Efek Teheran (TSE) Bursa Efek Teheran (TSE)
Alleged Cartel Behind Batam-Singapore Ship Ticket Prices Soaring
Bursa Singapura (SGX) Bursa Singapura (SGX)
Fueling Taiwan’s Fitness Craze: The Rise of Sports Nutrition
Bursa Efek Taiwan (TWSE) Bursa Efek Taiwan (TWSE)
India’s Rooftop Solar Boom: String Inverters in High Demand Amid Supply Shortages
Bursa Efek Nasional (NSE) Bursa Efek Nasional (NSE)
//

We influence 20 million users and is the number one business and technology news network on the planet

Tentang Kami

Econo Asia™ menerbitkan berita tentang prospek ekonomika Asia dengan fokus pada Keuangan, FinTech, dan Pasar Saham. Berita dikumpulkan dan dipublikasikan saat tersedia di web. Econo Asia™ adalah bagian dari GroupWeb Media Network. Econo Asia™ bekerja sama dengan AsiaNewswire.Net, menerbitkan dan mendistribusikan siaran pers kepada media di Asia.

Hubungi Kami

  • WhatsApp: +1 832-716-2363
  • Skype: Groupwebmedia
  • Telegram: @groupwebmedia

Kategori

Berita
Ekonomi
Teknologi Finansial
Pasar
Asia
Timur Tengah
Siaran Pers

Berita Terbaru

US blames Iran for cyberattack on Trump’s campaign
27 Agustus 2024
Alleged Cartel Behind Batam-Singapore Ship Ticket Prices Soaring
27 Agustus 2024
Fueling Taiwan’s Fitness Craze: The Rise of Sports Nutrition
27 Agustus 2024
  • العربية (Arabic)
  • বাংলাদেশ (Bengali)
  • 简体中文 (Chinese (Simplified))
  • English
  • हिन्दी (Hindi)
  • Indonesia
  • 日本語 (Japanese)
  • Tiếng Việt (Vietnamese)
Econo Asia™ adalah bagian dari GroupWeb Media Network. © 2024 GroupWeb Media LLC
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Kirim Berita
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?